Public Speaking merupakan hal penting yang musti dikuasai jika
anda bekerja dalam bidang yang lekat dengan presentasi. Tengoklah Steve
Jobs, yang lewat presentasi sederhananya, ia mampu membawa Apple menjadi
brand bernilai tinggi serta memiliki kredibilitas bagi para pengguna
setianya. Presentasi yang baik tentu saja akan mengangkat nilai
perusahaan anda, serta mengangkat nilai anda di mata para petinggi
perusahaan.
Oleh sebab itu, menguasai teknik dasar public speaking sangat disarankan
untuk menjadi pribadi yang memiliki nilai lebih. Beberapa cara
sederhana untuk mebuat sebuah presentasi menjadi lebih hidup adalah :
Pernafasan dan Kalimat
Yang perlu anda lakukan sesampainya di
hadapan orang-orang, adalah tarik nafas dalam-dalam sambil mengumbar
sebuah senyuman ringan kepada seluruh audiens. Ciptakan sebuah ikatan
emosional lewat senyuman. Dengan terlebih dahulu tersenuyum, maka
suasana presentasi akan sedikit lebih cair dan bersahabat, karena tidak
menampilkan keseriusan yang membosankan.
Lalu, gunakan kalimat
pembuka yang memiliki kekuatan dan mampu menarik perhatian audiens.
Misalnya “Apakah anda tahu cara paling cepat untuk jadi kaya? …..
Mencuri” kalimat tersebut akan sangat mudah membuat perhatian langsung
tertuju pada anda. Dan, sepanjang presentasi, sebaiknay gunakan
orientaasi Saya – Anda – Kita
Kontak Dengan Audiens
Kontak mata dalam sebuah presentasi
memang sudah biasa dan sangat vital. Bagaimana dengan kontak batin? Nah,
anda perlu melatih diri dengan cara memainkan emosi para audiens. Jurus
mudahnya adalah dengan cara mengangkat kisah sukses yang inspiratif.
Hal positif jika disampaikan dengan cara yang benar akan menarik
perhatian lebih baik juga.
Nah, untuk kontak mata, anda musti jeli
mencari siapa orang yang memperhatikan presentasi anda. Pastikan
perhatian dia tetap pada anda dengan cara memelihara kontak mata.
Gunakan tatapan ramah dan penuh arti, bukan atapan kosong atau sambil
lalu.
Interaksi
Interaksi merupakan saat – saat yang
menentukan. Karena pada saat interaksi, anda bisa menilai seberapa besar
presentasi anda berhasil sampai kepada audiens anda. Jika terdapat
audiens yang bertanya mengenai presentasi anda, bisa jadi presentasi
anda sangat berhasil. Tetpi, bukan tidak mungkin juga jika presentasi
anda justru banyak kesalahan sehingga menimbulkan banyak kritik dan
koreksi.(Kaskus/rei)
Tampilkan postingan dengan label Presentasi Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presentasi Sukses. Tampilkan semua postingan
20.5.13
6.5.13
Jangan Lupakan Ini Saat Ber-Presentasi !!!
Tahukah anda, "Kunci kesuksesan terbesar dari membawakan media presentasi adalah anda harus terlihat meyakinkan dan mampu menarik perhatian para penonton anda".
Berikut ini yang jangan anda lupakan, saat anda berPresentasi:
- Selalu melihat dan menghadap ke penonton anda. Gunakan layar laptop anda untuk melihat slide. Dan jangan melihat ke layar proyektor kecuali ketika anda memberikan petunjuk pada slide yang sedang dijelaskan.
- Bawa laser pointer jika memungkinkan. Ini akan membantu anda dalam memberikan petunjuk pada slide yang sedang dijelaskan, dibandingkan anda harus menunjuk dengan tangan anda di layar proyektor.
- Selalu kontak mata dengan penonton anda. Saya tahu ini memang susah, tapi terus latihan dan berusaha untuk ini!
- Jangan masukan tangan anda ke dalam kantong. Jangan juga bermain dengan barang yang ada di dalam kantong anda. Ini adalah gerakan orang gugup dan tidak percaya diri.
- Cobalah untuk tidak berdiam pada satu tempat saja jika dimungkinkan. Berjalan-jalanlah di panggung atau tempat anda presentasi. Percaya atau tidak, ini bisa membuat anda lebih rileks dan juga lebih berpotensi menarik bagi penonton anda.
- Perhatikan suara anda. Pastikan semua penonton anda bisa mendengarnya, terutama jika anda tidak memakai pengeras suara. Suara yang pelan tentu saja bisa membuat seluruh media presentasi anda tidak menarik.
- Kenalilah media presentasi anda. Jangan sampai ada reaksi kaget pada slide yang baru muncul. Jika dimungkinkan, selalu siapkan presenter notes untuk tahu skema presentasi yang anda buat.
- Bicarakan apa yang hanya ada di slide. Jangan menjelaskan yang belum perlu dan jauh dari apa yang anda tampilkan di slide. Ini untuk menghindari dari kesalahan yang sering dilakukan oleh presenter karena terlalu bersemangat, dia menjadi menjelaskan semua presentasi dalam satu slide. Penonton tentu akan bingung dengan alur media presentasi anda.
- Gunakan template pada media presentasi anda. Jika anda hanya menggunakan teks hitam dengan background putih, memang akan membuat slide anda mudah dibuat dan tidak banyak gangguan untuk penonton. Tapi hal ini juga membuat anda terlihat tidak profesional. Gunakan corak warna (jangan terlalu banyak) atau logo anda jika dimungkinkan pada bagian atas atau bawah media presentasi. Pastikan anda konsisten dalam memilih warna dan juga jenis font.
- Perhatikan jumlah kata yang anda sajikan. Terlalu sedikit tentu akan membuat penonton lebih sulit mencerna. Tapi jika terlalu banyak juga membuat mereka bingung dan berujung untuk membaca slide dan tidak memperhatikan apa yang anda katakan. Usahakan anda hanya menggunakan 35 kata saja dalam 1 slide.
- Pakailah bullet point dalam menjelaskan. Ini akan membantu anda dalam memberikan penjelasan yang lebih terstruktur kepada penonton. Jangan hanya pakai 1 kalimat per point nya. Gunakan kalimat yang singkat, pada dan jelas. Usahakan tidak ada lebih dari 5 point untuk setiap slide. Terlalu banyak point, malah akan membuat penonton anda bingung.
- Gunakan media gambar, bentuk dan warna grafik, atau video yang bisa memberikan media presentasi anda lebih menarik dan hidup.
- Jangan gunakan terlalu banyak animasi pada slide anda. Ini mungkin terlihat keren bagi anda, tapi mungkin malah bisa mengganggu penonton anda. Jika memang perlu, gunakan animasi yang simple dan tidak banyak efek.
- Jika dimungkinkan, tampilkanlah nomer slide dan juga jumlah slide media presentasi anda. Ini berguna untuk penonton anda untuk memperikrakan berapa lama lagi anda berbicara.
- Pakailah pakaian presentasi yang membuat anda nyaman! Hal ini bisa meningkatkan rasa percaya diri anda. Namun selalu sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jangan terlihat terlalu santai dalam berpakaian.
sumber: http://mediapresentasi101.blogspot.com/
29.4.13
Tahukah Anda, Kebiasan-Kebiasaan Buruk Saat Presentasi?
1. Membaca materi di saat presentasi
Mungkin bagi seorang presenter yang belum siap memberikan presentasi, membaca saat presentasi adalah hal wajar. Tapi tahukah apa akibat yang akan timbul???. Dengan lakukan hal ini, kita akan terlihat tidak menguasai materi, bahkan bikin kurang respectnya audience/pendengar terhadap kita. Solusinya : bacalah ulang materi sebelum Anda tampil dan jangan membahas materi yang kurang Anda kuasai.
2. Lupa Lakukan Kontak Mata?
Presentasi adalah komunikasi 1 arah antara persenter dengan pendengar.. Nah bila kita sebagai presenter tidak mampu berkomunikasi secara menarik dengan pendengar, akibatnya pasti pendengar akan BOSAN!!! Solusinya: salah satu cara agar menarik perhatian adalah kontak mata, melihat mata pendengar kita. Dampaknya, pendengar menjadi fokus pada materi yang kita berikan. Berlatihlah untuk melakukan kontak mata, salah satunya dengan menganggap presentasi seperti layaknya kita berdiskusi.
3. Tidak Rapih Dalam Berpakaian
Ada istilah, "Kesan pertama adalah segalanya!!!", terutama bagi mereka yang belum mengenal kita. Oleh karena itu berpakaianlah yang rapih, tidak harus memakai jas tapi rapih. Karena hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya di hati pendengar. Bila kita meremehkan cara berpakaian kita, maka pendengar juga akan meremehkan kita.
4. Melakukan Hal-Hal Gak Penting
Saat presentasi kadang kita tak sadar telah melakukan hal-hal diluar kebiasaan, misalnya: memegang kancing baju, memainkan pulpen, menjentikkan jar bahkan mengepal tangan, dll?? Hal-hal kecil ini kadang terlihat sepele?... tapi bagi pendengar, ini bisa menjadi sangat menggangu. Hindari kebiasaan ini, karena bisa mengalihkan perhatian pendengar dari presentasi kita.
5. Kurang Persiapan
Penting! lakukan persiapan untuk presentasimu. Presentasi yang buruk adalah hasil dari persiapan yang buruk. Segala hal yang dipersiapkan baik selalu menghasilkan hal baik. Solusinya yaitu lakukan persiapan! atur tempo presentasi, hal yang ingin diucapkan hingga bagaimana kita berjalan saat di panggung.
6. Diam Di Satu Tempat
Berdiri di pojok dengan laptop dihadapan dari awal hingga akhir presentasi tidak akan membuat presentasi Anda menjadi hebat dihadapan pendengar. Anda bukanlah robot yang bisa bersuara, Anda adalah pembicara yang dianggap hebat oleh pendengar Anda. Buatlah mereka terkesima.
7. Bacalah Slode Hanya Poin-Poinnya Saja
Pendengar kita mampu melihat dan membaca apa yang ditampilkan slide. Oleh karena itu hindari mengulang apa yang telah tertulis pada slide. Anda hanya sebagai penjelas dari poin yang tertulis di slide Anda. Tetapi hindari memasukkan banyak kalimat pada slide, dan biarkan pendengar mendengar langsung dari ucapan kita bukan pada slide.
8. Kelamaan Bicara
Bagi seorang pemimpin, berpidato berjam-jam mungkin cara untuk menunjukkan seberapa besar kekuasaannya namun hal ini sesungguhnya tak baik. Persingkatlah hal-hal yang ingin kita sampaikan, pendengar tak akan selalu fokus pada hal yang kita bicarakan. Pendengar juga ada kalanya merasa jenuh dengan presentasi yang terlalu lama. Sehingga bisa mengurangi perhatian para pendengar.
9. Gagal Menarik Perhatian
Pendengar hanya akan mengingat apa yang kita ucapkan pada awal dan akhir presentasi, bila kita gagal menarik perhatian pada awal presentasi bisa jadi tujuan presentasi kita tak akan tercapai. Solusi dari masalah ini yaitu berikan alasan kepada pendengar mengapa mereka harus memperhatikan Anda.
10. Mengakhiri Presentasi Dengan Buruk
Hal pertama yang di ingat pendengar adalah akhir dari presentasi kita. Oleh karena itu, akhiri presentasimu dengan baik sehingga pendengar mampu mengingat semua materi yang disampaikan.
Semoga SUKSES untuk ANDA!!
sumber: http://id.4presentation.net/10-kebiasaan-buruk-saat-presentasi/
29.5.12
Tips Membawakan Presentasi Dengan Baik, Benar & Efektif
Untuk Melakukan Presentasi Yang Baik dan Efektif. Apa yang dimaksud dengan Keterampilan Melakukan Presentasi? Keterampilan melakukan presentasi yang baik merupakan perpanjangan dari keterampilan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan proses dua arah: pesan harus disampaikan dengan jelas namun prosesnya hanya akan menjadi lengkap bila Anda merasa yakin bahwa pesan Anda telah diterima dengan baik dan dipahami.
Apa perbedaan antara presentasi yang baik dan yang buruk? Memberikan presentasi yang baik adalah mudah bila anda mengetahui karakteristik yang memisahkan antara presentasi yang baik dan presentasi yang buruk. Bandingkan karakteristik di bawah ini :
Presentasi yang baik
- Energi dan penuh semangat
- Kontak mata dengan audiens
- Berbicara dengan jelas dan cukup keras
- Sesekali bergerak saat berbicara
- Menggunakan anekdot dan humor yang sesuai
- Mengenakan pakaian yang serasi
- Argumen-argumen terstruktur dengan baik
- Slide dapat dibaca
- Tipe slide bervariasi
- Tidak lebih dari 1 slide per menit
- Variasi teknologi lain, misalnya video
- Selesai tepat waktu dan sediakan waktu untuk Tanya jawab.
Presentasi yang buruk
- Tujuan tidak jelas
- Postur tubuh kurang baik, tidak ada kontak mata, dan berbicara dengan suara yang monoton
- Pengulangan yang tidak perlu (dalam presentasi atau dari pembicara sebelumnya)
- Kurang persiapan
- Terlalu rumit/sederhana bagi audiens
- Terlalu banyak slide
- Slide tidak dapat dibaca
- Penggunaan efek-efek teknis Power Point yang berlebihan
- Penggunaan warna yang buruk pada slide
- Pengunaan peralatan teknis yang keliru
- Melebihi waktu yang dialokasikan untuk presentasi anda.
Komponen-komponen dari presentasi yang baik
Suatu presentasi dapat dibagi menjadi tiga bagian, dengan masing-masing kumpulan pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri Anda sendiri sebelum saat presentasi.
I. Pendahuluan
- Bagaimana cara Anda membina hubungan dengan audiens?
- Bagaimana cara Anda menangkap perhatian audiens? Akankah Anda menggunakan kutipan, gambar, fakta atau kisah?
- Apa maksud presentasi Anda dan bagaimana anda akan menyatakannya dengan jelas di awal pembicaraan sehingga audiens tahu apa yang akan disampaikan pada mereka?
- Apakah urutan logis untuk topik yang ingin Anda cakup dan dapatkah Anda membuat alur atau cerita untuk membantu audiens memahami arah presentasi anda?
- Apa 3-5 butir kunci yang ingin Anda sampaikan dan bagaimana cara Anda menggunakan data atau ilustrasi untuk menyampaikan butir-butir tersebut pada audiens?
- Bagaimana cara Anda meringkas butir-butir Anda, dan kemudian beralih ke bagian berikutnya dari presentasi Anda?
- Ringkas semua butir kunci.
- Ilhami audiens untuk menggunakan informasi yang Anda sampaikan.
IRRI Rice Knowledge Bank
Disadur oleh: J. Bawolye / MSyam – Des. 2006
18.11.11
Tips Sukses Presentasi Di Kelas
Persiapan
- Buatlah kerangka utama Presentasi Anda
- Bandingkan dengan minat pendengar
- Ketahui karakteristik dan dasar pengetahuan pendengar:
- Pembukaan Presentasi Anda harus "menggiring" pendengar pada satu pemikiran.
- Dari pembukaan ini, tunjukkan pendapat/topik yang akan disampaikan.
- Kemudian mulailah memasuki argumentasi.
- Melihat poin di atas, persempit topik Presentasi Anda menjadi beberapa pemikiran utama.
- Latihlah Presentasi Anda, entah itu Anda rekam sendiri, atau melakukannya di hadapan beberapa teman.
Teknik Presentasi
- Buat suasana yang santai dan rileks untuk pendengar Anda, misalnya dengan guyonan yang relevan, atau ambil perhatian mereka dengan bahasa tubuh atau peristiwa yang dramatik.
- Gunakan kata ganti "personal" (misalnya kita) dalam memberikan presentasi.
- Lakukan kontak mata dengan pendengar.
- Presentasikan topik Anda dengan menggunakan suara yang ramah/akrab, tapi beri variasi sebagai penekanan pada beberapa kata.
- Gunakan kata/kalimat transisi yang memberitahukan pendengar bahwa Anda akan menuju ke pemikiran yang lain.
- Berilah pertanyaan-pertanyaan kepada pendengar untuk melibatkan mereka.
- Ambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran/argumentasi yang sudah dipresentasikan.
- Sisakan waktu untuk pertanyaan, dan mintalah masukkan pada:
- Isi presentasi (ide-ide berhubungan yang mungkin belum disentuh)
- Kesimpulan
Penggunaan Alat Audio Visual
- Bila menggunakan komputer, periksa apakah hardware-nya cocok dengan software yang hendak kamu gunakan. Periksa juga apakah dokumen Anda bisa digunakan dengan versi software yang ada.
- Datanglah lebih pagi, serta periksalah apakah semua alat bantu yang hendak digunakan (audio, visual, komputer) bisa dilihat, didengarkan, dan dimengerti oleh semuanya.
- Gunakan huruf-huruf sederhana dan berukuran besar agar bisa dibaca dengan mudah (tampilan visual).
- Perlengkapi setiap pemikiran utama Anda dengan material yang bisa ditunjukkan.
- Jangan membagikan kertas (handout), termasuk kerangka utama, sebelum Presentasi Anda (atau pendengar akan terfokus untuk membacanya daripada mendengarkan Presentasi Anda).
Semoga Sukses
10.9.11
Manfaat Dan Efektifitas Humor Dalam Presentasi
Anda pasti sudah tahu atau mungkin pernah mengalaminya kalau humor seringkali disambut gelak tawa yang melihat ataupun mendengarnya. Tentunya kondisi itu akan membangkitkan semanggat dan gairah.Dalam berpresentasi, meskipun topik Anda serius atau bersifat teknis, humor dapat bermanfaat dan efektif membantu membangun hubungan langsung dengan audiens.
Manfaat dan Efektifitas Humor dalam Presentasi :
- Humor dapat membuat audiens tidak bosan dan jenuh saat pembicaraan yang bersifat teknis terasa berat atau menjemukan.
- Humor dapat membuat audiens santai ketika ketegangan terbangun.
- Humor memungkinkan para hadirin merasa seperti mereka berada di sana untuk menikmati diri sendiri.
- Humor dapat membuat audiens lebih mudah untuk mengingatisi presentasi Anda
- Humor dapat membuat audiens termotivasi apa yang anda sampaikan.
- Humor yang sedikit mencela diri sendiri memungkinkan para hadirin melihat Anda sebagai salah satu dari mereka bukannya sebagai seseorang yang sempurna yang tidak mungkin dapat berhubungan dengan mereka atau persoalan-persoalan yang mereka hadapi.
Humor akan sangat bermanfaat dan efektif, bila ..
- Otentik dengan isi dan pesan yang disampaikan.
- Memiliki relevansi dan berhubungan erat dengan pesan Anda.
- Mempunyai bagian pokok yang jelas.
- Berikan humor yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Humor yang harus dihindari:
- Humor yang diberikan harus sesuai dan tidak boleh bersifat menyerang para audiens Humor harus bersih dari unsur SARAP : Suku-Agama-Ras-Antar Golongan-Politik-Pornografi.
- Humor jangan terlalu panjang, karena bisa mwngakibatkan audiens kehilangan minat.
- Jangan mengulang humor yang telah ada.
- Waspada dengan humor yang dapat menimbulkan dampak yang berbahaya, menyebabkan kemarahan dan penghinaan. Satu perkataan yang sambrono dapat membuat seluruh audiens berubah memusuhi Anda.
Sukses untuk Anda!
9.9.11
Rahasia Sukses Presentasi Dari The Master Presentation, Steve Jobs (1)
Siapa yang tidak kenal Steve Jobs? The Master Presentation, juga dikenal sebagai 'Wonderkid' of Sillicon Valley dan pendiri dan tokoh kunci suksesnya produk Ipad dari Apple yang mendunia!!!
Kata-kata yang selalu saya ingat dari Steve Jobs adalah, “Kesederhanaan adalah kecanggihan yang menakjubkan”. Ini dibuktikan dia melalui berbagai produk²nya yang selalu simple tetapi benar-benar canggih.
Kalau Anda cermati, “Kesederhanaan adalah kecanggihan yang menakjubkan” juga diimplementasikan saat dia berpresentasi dimanapun. Presentasi yang dia sajikan selalu menarik bagi audiensnya dan yang paling utama, apa yang dipresentasikan akan selalu diingat dan membekas di benak audiensnya, luar biasa!!! lalu apa yang menjadi rahasianya?!!!
Berikut rahasia sukses presentasi Steve Jobs:
Setiap presentasi Steve Jobs memiliki semua unsur seperti sebuah film box office, yaitu adanya tokoh pahlawan maupun penjahat, kisah sukses, tampilan visual yang menakjubkan dan sebuah peran pendukung serta brain storming yang hebat. Dan, seperti sutradara film, Steve Jobs menggunakan storyboard untuk menentukan plot presentasinya. Semua ini adalah untuk menghantarkan sebuah cerita kepada audiens.
Setiap presentasi Steve Jobs selalu menjual manfaat di balik setiap produk atau fitur baru – dan dia menerangkannya dengan sangat jelas. Mengapa membeli iPad? Karena “iPad dua kali lebih cepat dengan harga setengahnya.” Apa yang begitu hebat pada Time Capsule? ”Semua foto, video, dan dokumen Anda yang tak tergantikan terlindung secara otomatis dan mudah untuk didapatkan kembali jika mereka hilang.” Steve tahu bahwa konsumen hanya peduli tentang bagaimana produk atau jasa Anda akan memperbaiki kehidupan mereka.
Steve Jobs tidak menjual komputer. Dia menjual janji akan dunia yang lebih baik. Dalam presentasinya, Steve Jobs berkata, “Dengan cara kecil kami sendiri, kami akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.” Ketika kebanyakan orang melihat iPod hanya sebagai pemutar musik, Jobs mempresentasikannya sebagai alat untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Tentu saja tetaplah penting untuk memiliki produk yang hebat. Tapi gairah, antusiasme, dan perasaan akan tujuan yang lebih besar daripada produk yang sebenarnya akan membuat audiens yakin produk yang digunakan lebih menonjol dibandingkan kompetitor lainnya.
Dalam cerita-cerita, tokoh superhero selalu berkelahi dengan musuh. Hal yang sama berlaku dalam teknik presentasi Steve Jobs. Pada tahun 1984, penjahatnya adalah IBM yang dikenal sebagai “Big Blue”. Sebelum Jobs memperkenalkan iklan televisinya yang terkenal pada tahun 1984 kepada sekelompok tenaga penjualan Apple, ia menciptakan sebuah cerita yang dramatis di sekitarnya. ”IBM menginginkan segalanya,” kata Jobs. Apple akan menjadi satu-satunya perusahaan yang berani mencegahnya. Cerita itu sangat dramatis dan orang-orang menjadi tergila-gila pada Apple. Pakar branding Martin Lindstrom mengatakan bahwa merek besar dan agama memiliki sesuatu yang sama: ide menaklukkan musuh bersama.
Dalam setiap awal prentasinya, Steve Jobs memberikan batasan cerita (outline). Seperti dalam sebuah acara musik pada tanggal 9 September 2009, Jobs mengatakan kepada penonton bahwa dia akan berbicara tentang tiga produk: iPhone, iTunes, dan iPod. Sepanjang presentasi ia selalu memberikan penanda-penanda verbal untuk membantu pendengar mengikuti alur ceritanya. Misalnya setelah ia selesai menjelaskan tentang iPhone ia berkata, “iPhone. Hal pertama yang saya ingin bicarakan hari ini. Sekarang, mari kita beralih ke yang kedua, iTunes.” Penanda verbal menjaga pendengar supaya tetap berada di jalur ceritanya.
Steve jarang sekali dalam presentasinya menggunakan lebih dari 10 kata. Hal ini disebut ‘superioritas gambar’. Desain dari presentasi Steve, semuanya sangat mengagumkan secara visual dan minimalis, bahkan terkadang isinya hanya gambar sederhana. Para peneliti otak menemukan bahwa informasi lebih efektif (mudah diingat), saat disampaikan lewat gambar dan teks.
Dalam presentasinya, Steve menjelaskan keunggulan produknya dalam satu kalimat deskripsi yang sederhana, dengan memberikan gambaran besar dahulu, sebelum menceritakan detail-detailnya. Sebagai contoh: saat memperkenalkan MacBook Air, dia bisa saja berkata seperti ini: “Hari ini, kami sangat bersemangat sekali untuk meluncurkan ultra-portable notebook yang baru, yang tipis dan ringan dengan layar sebesar 13,3 inchi, keyboard ukuran penuh lengkap dengan backlight, dan mampu bekerja selama 5 jam lebih.”
Bersambung ..... :)
------------------------
Source: zimbio.com
Kata-kata yang selalu saya ingat dari Steve Jobs adalah, “Kesederhanaan adalah kecanggihan yang menakjubkan”. Ini dibuktikan dia melalui berbagai produk²nya yang selalu simple tetapi benar-benar canggih.
Kalau Anda cermati, “Kesederhanaan adalah kecanggihan yang menakjubkan” juga diimplementasikan saat dia berpresentasi dimanapun. Presentasi yang dia sajikan selalu menarik bagi audiensnya dan yang paling utama, apa yang dipresentasikan akan selalu diingat dan membekas di benak audiensnya, luar biasa!!! lalu apa yang menjadi rahasianya?!!!
Berikut rahasia sukses presentasi Steve Jobs:
1. Menggunakan Analog
Setiap presentasi Steve Jobs memiliki semua unsur seperti sebuah film box office, yaitu adanya tokoh pahlawan maupun penjahat, kisah sukses, tampilan visual yang menakjubkan dan sebuah peran pendukung serta brain storming yang hebat. Dan, seperti sutradara film, Steve Jobs menggunakan storyboard untuk menentukan plot presentasinya. Semua ini adalah untuk menghantarkan sebuah cerita kepada audiens.
2. Fokus Pada Kebutuhan Dan Manfaat Konsumen
Setiap presentasi Steve Jobs selalu menjual manfaat di balik setiap produk atau fitur baru – dan dia menerangkannya dengan sangat jelas. Mengapa membeli iPad? Karena “iPad dua kali lebih cepat dengan harga setengahnya.” Apa yang begitu hebat pada Time Capsule? ”Semua foto, video, dan dokumen Anda yang tak tergantikan terlindung secara otomatis dan mudah untuk didapatkan kembali jika mereka hilang.” Steve tahu bahwa konsumen hanya peduli tentang bagaimana produk atau jasa Anda akan memperbaiki kehidupan mereka.
3. Utamakan Menjual Mimpi Dan Janji Yang Tepat
Steve Jobs tidak menjual komputer. Dia menjual janji akan dunia yang lebih baik. Dalam presentasinya, Steve Jobs berkata, “Dengan cara kecil kami sendiri, kami akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.” Ketika kebanyakan orang melihat iPod hanya sebagai pemutar musik, Jobs mempresentasikannya sebagai alat untuk memperkaya kehidupan orang-orang. Tentu saja tetaplah penting untuk memiliki produk yang hebat. Tapi gairah, antusiasme, dan perasaan akan tujuan yang lebih besar daripada produk yang sebenarnya akan membuat audiens yakin produk yang digunakan lebih menonjol dibandingkan kompetitor lainnya.
4. Adanya Tokoh Hero Dan Musuh
Dalam cerita-cerita, tokoh superhero selalu berkelahi dengan musuh. Hal yang sama berlaku dalam teknik presentasi Steve Jobs. Pada tahun 1984, penjahatnya adalah IBM yang dikenal sebagai “Big Blue”. Sebelum Jobs memperkenalkan iklan televisinya yang terkenal pada tahun 1984 kepada sekelompok tenaga penjualan Apple, ia menciptakan sebuah cerita yang dramatis di sekitarnya. ”IBM menginginkan segalanya,” kata Jobs. Apple akan menjadi satu-satunya perusahaan yang berani mencegahnya. Cerita itu sangat dramatis dan orang-orang menjadi tergila-gila pada Apple. Pakar branding Martin Lindstrom mengatakan bahwa merek besar dan agama memiliki sesuatu yang sama: ide menaklukkan musuh bersama.
5. Gunakan Alur Cerita
Dalam setiap awal prentasinya, Steve Jobs memberikan batasan cerita (outline). Seperti dalam sebuah acara musik pada tanggal 9 September 2009, Jobs mengatakan kepada penonton bahwa dia akan berbicara tentang tiga produk: iPhone, iTunes, dan iPod. Sepanjang presentasi ia selalu memberikan penanda-penanda verbal untuk membantu pendengar mengikuti alur ceritanya. Misalnya setelah ia selesai menjelaskan tentang iPhone ia berkata, “iPhone. Hal pertama yang saya ingin bicarakan hari ini. Sekarang, mari kita beralih ke yang kedua, iTunes.” Penanda verbal menjaga pendengar supaya tetap berada di jalur ceritanya.
6. Superioritas Visualisasi Minimalis
Steve jarang sekali dalam presentasinya menggunakan lebih dari 10 kata. Hal ini disebut ‘superioritas gambar’. Desain dari presentasi Steve, semuanya sangat mengagumkan secara visual dan minimalis, bahkan terkadang isinya hanya gambar sederhana. Para peneliti otak menemukan bahwa informasi lebih efektif (mudah diingat), saat disampaikan lewat gambar dan teks.
7. Penggunaan Kata-Kata Sederhana
Dalam presentasinya, Steve menjelaskan keunggulan produknya dalam satu kalimat deskripsi yang sederhana, dengan memberikan gambaran besar dahulu, sebelum menceritakan detail-detailnya. Sebagai contoh: saat memperkenalkan MacBook Air, dia bisa saja berkata seperti ini: “Hari ini, kami sangat bersemangat sekali untuk meluncurkan ultra-portable notebook yang baru, yang tipis dan ringan dengan layar sebesar 13,3 inchi, keyboard ukuran penuh lengkap dengan backlight, dan mampu bekerja selama 5 jam lebih.”
Bersambung ..... :)
------------------------
Source: zimbio.com









